SEBUTLAH DALAM HATIMU.....!!!

عليكم بـــــــــــــ

AHLUS SUNNAH WAL JAMA'ah

SMS GRATIS

CINTA...!!

MENGENALMU ADALAH SUATU ANUGERAH..
MENYAKITIMU ADALAH SUATU LARANGAN..

MENDAMPINGI HIDUPMU ADALAH SUATU KEBAHAGIAAN..

MENINGGALKANMU ADALAH SUATU KEBODOHAN..

SEBUAH PESAN

Seorang Guru Pernah Berkata :

indahnya kehidupan bila kita dapat membagi dengan adil antara kesibukan dan menghamba kepada alloh ,dan pasti kita kan mendapati bahwa semua waktu kita di dunia ini adalah hanya milik alloh SWT

Ingin Mencari Sesuatu, clik kata kunci disini

Popular Posts Today

Alasan Alasan Seorang Muslimah Membuka Aurat (Berikut Jawabanya)

(Jilbab Ideal Kaum Muslimah Di Indonesia)


Bismillah wal hamdulillah,, washolatu wassalamu ala rosulillah,, muhammadinib’abdillah, wa alihi washohbihi waman walaah,, amma ba’dah….

Sebelum membaca catatan saya ini , supaya tidak salah paham alangkah baiknya bila kita membaca penjelasan habib ali  tentang cara memandang pelaku maksiat disini:


Sejak akhir-akhir ini, saya seringkali mendapat pertanyaan yang sama mengenai isu-isu aurat, yang menjadi pertanyaan yang selalu menghantui pikiran adalah :

Bagaimana hendak menjawab alasan mereka yang tak mau menutup aurat?

Bagaimana hendak mengajak  mereka agar memakai kerudung?

Bagaimana memberi pemahaman kepada mereka tentang aurat? 

Di sini saya berusaha mengumpul alasan-alasan dan hujah-hujah balasan buat si pelaku PEMBUKA AURAT. Terima kasih kepada sumber-sumber terkait, TERUTAMA IBU-IBU PENGAJIAN KULTUM BA’DA SUBUH MASJID KALIWUNGU JOMBANG yang telah meginspirasikan buat saya untuk menulis tulisan yang sangat sederhana namun bermakna menurut saya pribadi. Mudah-mudahan Alloh SWT senantiasa memberikan pertolonganan kepada hamba-hambaNYA yang senantiasa menjalankan perintah-NYA yang berupa MENUTUP AUROT  dan Para kaum Muslimah yang BELUM memakai kerudung dan menutupi Aurat senantiasa di bukakan pintu hidayah  oleh Alloh SWT sehingga mereka sadar bahwa mereka MANDI DOSA SETIAP HARI dikarenakan tidak berkerudung dan menutup aurat , Amin.
Demikian-lah Alasan-Alasan Para Muslimah Membuka Aurat Mereka.

1. Walaupun membuka aurat dan tidak berkerudung tapi masih menjaga harga diri dan tidak melakukan perkara tidak senonoh?

mereka mengatakan :  
”Janganlah nilai orang dari luarannya. Don’t judge a book by its cover!”
"Walaupun tidak pakai kerudung, saya tetap masih menjaga solat dan menjaga tingkah laku"demikianlah kata mereka.

Jawaban:

Apakah anda mendakwa diri anda mempunyai hati yang suci, iman yang tinggi dan merasa cukup menjamin harga diri tanpa perlu menutup aurat?

Tetapi apakah anda berani menjamin bahwa semua lelaki yang melihat aurat anda mempunyai hati sesuci dan iman setinggi anda juga?

Apakah anda tidak meresa bahwa aurat anda  dapat membangkitkan nafsu birahi mereka yang berada di hadapan wanita selain anda ?

Jadi, perlu diberi kefahaman bahwa kewajiban wanita menutup aurat bukanlah semata-mata untuk menjaga maslahat dan harga diri pihak wanita itu sendiri, tetapi maslahah yang lebih besar ialah menjaga masyarakat yang berada di sekelilingnya agar tidak terfitnah disebabkan budaya membeberkan aurat.

Betapa banyak pemerkosaan dan pencabulan bermuara daripada wanita sendiri yang mempamerkan tubuh badannya yang terbuka di hadapan mata laki-laki lelaki sehingga merangsang birahi kaum laki2. Maka tutuplah aurat bukan sekadar untuk anda, tetapi juga demi kemaslahatan orang lain di sekeliling. [1]

2. Perempuan yang berkerudung lebih baik akhlaknya  daripada tak berkerudung?

Mereka mengatakan "Alaaaaah… perempuan pakai kerudung pun belum tentu berkelakuan baik!"
“Ada juga teman saya yang betul-betul menutup aurat tetapi perilaku dan kelakuan mereka lebih buruk  dari perempuan yang tidak memakai kerudung!”

“Ada seorang kakak tu pakai kerudung, tapi perilakunya buruk, mengumpat sana mengumpat sini”
“kata Siapa orang tak pakai kerudung semua jahat?”

Jawaban:

Ungkapan semacam ini seolah-olah sedang memperlemah keimanan orang  yang sedang berusaha mentaati perintah Allah (dalam bab tutup Aurat).

Apakah anda mengira bahwa anda sudah lebih baik berbanding orang yang menutup aurat tersebut apabila anda berani melafazkan ungkapan seperti itu, sedangkan anda sendiri membiarkan aurat anda terbuka?

Sangat tidak benar sekali dalam masalah  agama, untuk kita membandingkan diri kita dengan mereka yang lebih buruk agama dan akhlak, jadi  yang memakai kerudung  liatlah orang yang lebih tinggi dari kita dalam masalah agama,lihatlah begitu banyak orang yang berperilaku baik dan ia juga berkerudung namun sangat sedikit orang yang berkerudung yang berprilaku tidak baik dan mengapa ini menjadi alasan anda untuk tidak berkerudung,KETAHUILAH  INILAH SALAH SATU TEKNIK SYAITAN UNTUK MENGHENTIKAN SESEORANG DARI MELAKUKAN USAHA MEMPERBAIKI  DIRI KEPADA YANG LEBIH BAIK.

Nabi bersabda yang  artinya: Dua perkara yang  siapa dapat perolehnya akan ditulis dirinya sebagai hamba yang bersyukur dan sabar dan siapa yang gagal dalamnya ia tidak akan ditulis sebagai orang bersyukur dan sabar. Yaitu sesiapa yang melihat tentang agamanya kepada mereka yang jauh lebih baik darinya, lalu ia berusaha mengikutinya, dan dalam hal keduniaan mereka melihat kepada orang-orang yang kurang darinya (ekonomi dibawahnya) sehingga ia memuji Allah atas nikmat yang diperolehinya. (HR At-Tirmidzi) [2]

3. Tidak mau terpaksa dalam berkerudung?

Mereka mengatakan "Berkerudung itu perlu keikhlasan…"

“Saya mau berubah karena saya sendiri yang ingin berubah. Saya mau melakukannya dengan ikhlas, bukan karena disuruh.”

“Buat apa pakai kerudung kalau hati nya tak betul”

Jawaban:

Allah swt dan RasulNya telah mengarahkan seluruh wanita muslimah WAJIB untuk menutup aurattidak memandang entah  seseorang itu ikhlas atau tidak, suka atau tidak, disuruh oleh orang lain atau terbit dari hatinya sendiri. Sama seperti mendirikan solat, membayar zakat, puasa Ramadhan dan semua petunjuk  serta larangan Islam yang lain, sama ada seseorang itu ikhlas atau tidak, terpaksa atau tidak. Sekiranya ikhlas dijadikan alasan maka, banyak sekali diluar sana orang yang tak melaksanakan solat 5 waktu karena sukar mencapai tahap keikhlasan yang ingin dicapai.

Perlu diingatkan bahwa jika seseorang menutup aurat secara ikhlas atau separuh ikhlas, maka dia akan beroleh ganjaran sekadar keikhlasannya. Namun tanggung jawab fisik  yang diwajibkan oleh agama sudah terlaksana secara zahirnya. ATAU dengan kata lain  dia hanya BERDOSA SEKALI yaitu karena tidak melaksanakannya secara ikhlas tetapi dia terhindar dari dosa tidak mengerjakan yang wajib secara zahir.

Namun jika dia bersikap keras dan tidak menutup aurat, atas alasan TIDAK IKHLAS, TIDAK MAU HIPOKRIT dan sebagainya, tindakannya itu menjadikannya BERDOSA di sisi Allah secara fisik dan juga spiritual atau dalam kata lainnya  dia berdosa DUA KALI. Dosa di level pertama dan kedua sekaligus, malah lebih parah lagi apabila dosa level pertama itu apabila ia berkaitan kepada orang lain, seperti halnya apabila saja ada mata lelaki bukan mahram yang melihat MAKA dosanya bukan hanya DUA KALI tetapi SEBANYAK MATA LELAKI YANG MELIHAT. Tetapi  Alhamdulillah bagi mereka yang tidak ikhlas tadi, dia sudah terselamat dari TAMBAHAN DOSA disebabkan oleh  MATA LELAKI. [3]

4. Menunggu diperintahkan untuk berkerudung?

Mereka mengatakan “Biarlah, Saya mau berkeredung jika kerudung itu  kemauan berkerudung  datang daripada saya sendiri, bukan dipaksa oleh siapapun . Bila tiba masanya , Insyaallah saya berkerudung”

“Saya tahu hari itu akan tiba tetapi bukan sekarang”

“Insyaallah, apabila sudah menikah  barulah saya bersedia untuk berkerudung”

Jawaban:

Jika bukan sekarang, maka apakah kita mau berkerudung apabila sudah terlantar di rumah mayat baru ingin berubah?
Sadarilah wahai diri, bahwa kematian akan datang secara tiba-tiba  tanpa di duga-duga dan kita tidak tau masih berapakah sisa  umur kita, masih panjangkah atau  beberapa minggu lagi. [3]

Syaikh ibnu Athoillah As-sakandary dalam Hikamnya pernah berkata :

احالتك الاعمال على وجود الفراغ من رعونات النفس

Keinginanmu untuk menunda amal, hingga nanti jika ada waktu luang (menantikan kesempatan yang lebih baik), yang demikian itu termasuk memperturutkan nafsu (suatu tanda kebodohan)

Wallohu A’lam…
semoga bermanfaat...


وَمَاتَوْفِيْقِي إِلاَّبِاللهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ انِيْب

Sekian dari 
al-fagir ilaLlah al-ghani
Allama Alauddin As-Shiddiq Bin Surur Asy-syafi'ie Al qodiry Wan Naqsabandy 
Pondok Pesantren Salafiyyah "Hidayatul Mubtadi'ien"
Kaliwungu,Jombang,Jawa timur


 https://www.facebook.com/note.php?note_id=271827922840059

Maroji' :




Jumat, Desember 21, 2012 | 2 komentar | Read More

AKAR TERORISME, MEMAKNAI SECARA TEKSTUAL SURAT AL MAIDAH AYAT 44, WASPADALAH

Salah satu akar terorisme; karena salahpaham terhadap kandungan QS. al Ma'idah: 44. Waspada, jangan sampai anda terjebak ...!!!


Firman Allah yang dimaksud adalah:
ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون (المائدة: 44)
Para ulama kita menyatakan bahwa ayat di atas tidak boleh dimaknai secara harfiyah. Sebab mengambil faham harfiyah; dengan memaknai makna zhairnya akan menghasilkan bumerang. Artinya, klaim "kafir" secara mutlak terhadap orang yang tidak memakai hukum Allah akan kembali kepada dirinya sendiri. Artinya sadar atau tidak sadar ia akan mengkafirkan dirinya sendiri, karena seorang muslim siapapun dia, [kecuali para Nabi dalam masalah ajaran agama], akan jatuh dalam dosa dan maksiat. Artinya, ketika orang muslim tersebut melakukan dosa dan maksiat berarti ia sedang tidak melaksanakan hukum Allah. Lalu, apakah hanya karena dosa dan maksiat, bahkan bila dosa tersebut dalam kategori dosa kecil sekalipun, ia dihukumi sebagai orang kafir?! Bila demikian berarti semenjak dimulainya sejarah kehidupan manusia tidak ada seorangpun yang beragama Islam, sebab siapapun manusianya pasti berbuat dosa dan maksiat. karenanya, firman Allah di atas tidak boleh dipahami secara harfiyah "Barangsiapa tidak memakai hukum Allah maka ia adalah orang kafir", pemahaman harfiyah semacam ini salah dan menyesatkan.

Al-Imam al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya dalam penjelasan ayat ini menyatakan bahwa ayat ini mengandung takwil sebagaimana dinyatakan oleh sahabat Abdullah ibn Abbas dan sahabat al-Bara’ ibn Azib. Al-Qurthubi menuliskan sebagai berikut:
“Seluruh ayat ini turun di kalangan orang-orang kafir (Yahudi). Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam Shahih Muslim dari hadits sahabat al-Bara’ ibn Azib. Adapun seorang muslim, walaupun ia melakukan dosa besar [selama ia tidak menghalalkannya], maka ia tetap dihukumi sebagai orang Islam, tidak menjadi kafir. Kemudian menurut satu pendapat lainnya; bahwa dalam ayat di atas terdapat makna tersembunyi (izhmar), yang dimaksud ialah: ”Barang siapa tidak memakai hukum Allah, karena menolak al-Qur’an dan mengingkarinya, maka ia digolongkan sebagai orang-orang kafir”. Sebagaimana hal ini telah dinyatakan dari Rasullah oleh sahabat Abdullah ibn Abbas dan Mujahid. Inilah yang dimaksud dengan ayat tersebut” [al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an, j. 6, h. 190].

Selain penafsiran sahabat Abdullah ibn Abbas dan al-Bara’ ibn Azib di atas, terdapat banyak penafsiran serupa dari para sahabat lainnya. Di antaranya penafsiran Abdullah ibn Mas’ud dan al-Hasan yang menyebutkan bahwa ayat tersebut berlaku umum bagi orang-orang Islam, orang-orang Yahudi maupun orang-orang kafir, dalam pengertian bahwa siapapun yang tidak memakai hukum Allah dengan menyakini bahwa perbuatan tersebut adalah sesuatu yang halal maka ia telah menjadi kafir. Adapun seorang muslim yang berbuat dosa atau tidak memakai hukum Allah dengan tetap menyakini bahwa hal tersebut suatu dosa yang haram dikerjakan maka ia digolongkan sebagai muslim fasik. Dan seorang muslim fasik semacam ini berada di bawah kehendak Allah; antara diampuni atau tidak.
Pendapat lainnya dari al-Imam al-Sya’bi menyebutkan bahwa ayat ini khusus tentang orang-orang Yahudi. Pendapat ini juga dipilih oleh al-Nahhas. Alasan pendapat ini ialah;

1. Bahwa pada permulaan ayat ini yang dibicarakan adalah orang-orang Yahudi, yaitu pada firman Allah; “Lilladzin Hadu…”. Dengan demikian maka dlamir [kata ganti] yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah orang-orang Yahudi, bukan orang-orang Islam.
2. Bahwa pada ayat sesudah ayat ini, yaitu pada ayat 45, adalah firman Allah; “Wa Katabna ‘Alaihim…”. Ayat 45 ini telah disepakati oleh para ahli tafsir, bahwa dlamir yang ada di dalamnya yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi. Dengan demikian jelas antara ayat 44 dan 45 memiliki korelasi kuat bahwa yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi [sebagaimana hal ini dapat dipahami dengan ’Ilm Munasabat al-Ayat].

Kemudian diriwayatkan bahwa sahabat Hudzifah ibn al-Yaman suatu ketika ditanya tentang ayat 44 ini; “Apakah yang dimaksud oleh ayat ini adalah Bani Isra’il?” sahabat Hudzaifah menjawab menjawab; “Benar, ayat itu tentang Bani Isra’il”. Sementara menurut al-Imam Thawus [murid Abdullah ibn Abbas] bahwa yang dimaksud “kufur” dalam ayat 44 ini bukan pengertian kufur yang mengeluarkan seseorang dari Islam, . Al-Imam Abu Nashr al-Qusyairi, [dan Jumhur Ulama] berkata bahwa pendapat yang menyatakan orang yang tidak memakai hukum Allah maka ia telah menjadi kafir adalah pendapat kaum Khawarij. [Kelompok Khawarij terbagi kepada beberapa sub sekte. Salah satunya sekte bernama al-Baihasiyyah. Kelompok ini mengatakan bahwa siapa saja yang tidak memakai hukum Allah, walaupun dalam masalah kecil, maka ia telah menjadi kafir; keluar dari Islam].

Dalam kitab al-Mustadrak ‘Ala ash-Shahihain, al-Imam al-Hakim meriwayatkan dari sahabat Abdullah ibn Abbas dalam mengomentari tiga ayat dari surat al-Ma’idah (ayat 44, 45 dan 46) di atas, bahwa Abdullah ibn Abbas berkata: “Yang dimaksud kufur dalam ayat tersebut bukan seperti yang dipahami oleh mereka [kaum Khawarij], bukan kufur dalam pengertian keluar dari Islam. Tetapi firman Allah: “Fa Ula-ika Hum al-Kafirun” adalah dalam pengertian bahwa hal tersebut [tidak memakai hukum Allah] adalah merupakan dosa besar”. Artinya, bahwa dosa besar tersebut seperti dosa kufur dalam keburukan dan kekejiannya, namun demikian bukan berarti benar-benar dalam makna kufur keluar dari Islam. Pemahaman semacam ini seperti sebuah hadits dari Rasulullah, bahwa ia bersabda:
سباب المسلم فسوق وقتاله كفر (رواه أحمد)
(Mencaci-maki muslim adalah perbuatan fasik dan membunuhnya/memeranginya adalah perbuatan “kufur”). HR. Ahmad.
“Kufur” yang dimaksud dalam hadits ini bukan pengertian keluar dari Islam. Bukan artinya; bila dua orang muslim saling bunuh, maka yang membunuhnya menjadi kafir. Bukankah ”hukum bunuh” itu sendiri salah satu yang disyari’atkan oleh Allah, misalkan terhadap para pelaku zina muhsan [yang telah memliki pasangan], hukum qishas; bunuh dengan bunuh, memerangi kaum bughat [orang-orang Islam yang memberontak], dan lain-lain. Apakah kemudian mereka yang memberlakukan hukum bunuh tersebut telah menjadi kafir??!! Tentu tidak, karena nyatanya jelas mereka sedang memberlakukan hukum Allah.

Oleh karenanya peperangan sesama orang Islam sudah terjadi dari semenjak masa sahabat dahulu [lihat misalkan antara kelompok sahabat Ali ibn Abi Thalib, sebagai khalifah yang sah saat itu, dengan kelompok Mu’awiyah], dan kejadian semacam ini terus berlanjut hingga sekarang. Apakah kemudian orang-orang mukmin yang berperang atau saling bunuh sesama mereka tersebut menjadi kafir; keluar dari Islam??! Siapa yang berani mengkafirkan sahabat Ali ibn Abi Thalib, Ammar ibn Yasir, az-Zubair ibn al-Awwam, Thalhah ibn Ubadillah, Siti Aisyah [yang notabene Istri Rasulullah], dan para sahabat lainnya yang terlibat dalam perang tersebut??!! Orang yang berani mengkafirkan mereka maka dia sendiri yang kafir. Kemudian dari pada itu, dalam al-Qur’an Allah berfirman:
وإن طائفتان من المؤمنين اقتتلوا (الحجرات: 9)
Dalam ayat ini dengan sangat jelas disebutkan: “Apa bila ada dua kelompok mukmin saling membunuh....”. Artinya sangat jelas bahwa Allah tetap menyebut dua kelompok mukmin yang saling membunuh tersebut sebagai orang-orang mukmin; bukan orang kafir.
Yang ironis adalah ayat 44 QS. Al-Ma’idah ini oleh beberapa komunitas yang mengaku gerakan keislaman seringkali dipakai untuk mengklaim kafir terhadap orang-orang yang tidak memakai hukum Allah, termasuk klaim kafir terhadap orang yang hidup dalam suatu negara yang tidak memakai hukum Islam. Bahkan mereka juga mengklaim bahwa negara tersebut sebagai Dar Harb atau Dar al Kufr. Klaim ini termasuk di antaranya mereka sematkan kepada negara Indonesia. pertanyaannya; negara manakah yang secara murni memberlakukan hukum Islam??
Sayyid Quthub dalam karyanya “Fi Zhilal al-Qur’an” menyatakan bahwa masa sekarang tidak ada lagi orang Islam yang hidup di dunia ini, karena tidak ada satupun negara yang memakai hukum Allah. Menurutnya suatu negara yang tidak memakai hukum Allah waluapun dalam masalah sepele maka pemerintahan negara tersebut dan rakyat yang ada di dalamnya adalah orang-orang kafir. Kondisi semacam ini menurutnya tak ubah seperti kehidupan masa jahiliyah dahulu sebelum kedatangan Islam. Pernyataan Sayyid Quthub ini banyak terulang dalam karyanya; Fi Zhilal al-Qur’an. Lihat misalkan j. 2, h. 590, dan h. 898/ j. 2, Juz 6, h. 898/ j. 2, h. 1057/ j. 2, h. 1077/ j. 2, h. 841/ j. 2, h. 972/ j. 2, h. 1018/ j. 4, h. 1945 dan dalam beberapa tempat lainnya. Juga ia sebutkan dalam karyanya yang lain, seperti Ma’alim Fi al-Thariq, h. 5-6/ h. 17-18

Terakhir, saya kutip tulisan A. Maftuh Abegebriel yang menyimpulkan bahwa kekeliruan dalam memahami QS. al-Ma'idah: 44 tersebut adalah salah satu akar teologis dan politis dari berkembangnya gerakan radikal di beberapa negara timur tengah, seperti gerakan Ikhwan al-Muslimin pasca kepempinan dan wafatnya Syaikh Hasan al-Banna (Rahimahullah). Padahal di negara Mesir, yang merupakan basis awal gerakan al-Ikhwan al-Muslimun, belakangan menolak keras kelompok yang dianggap ekstrim ini bahkan memejarakan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Faham Sayyid Quthub di atas seringkali dijadikan “ajaran dasar” oleh banyak gerakan, seperti Syabab Muhammad, Jama’ah al-Takfir Wa al-Hijrah, Jama’ah al-Jihad, al-Jama’ah al-Islamiyyah dan banyak lainnya. Muara semua gerakan tersebut adalah menggulingkan kekuasan setempat dan mengklaim mereka sebagai orang-orang kafir dengan alasan tidak memakai hukum Islam. [Lebih luas tentang ini baca di antaranya; A. Maftuh Abegebriel, Fundamentalisme Islam; Akar teologis dan politis (Negara Tuhan; The Thematic Incyclopaedia), h. 459-555]. karenanya oleh beberapa kalangan, Sayyid Quthub dianggap sebagai orang yang menghidupkan kembali faham sekte al-Baihasiyyah di atas.

Sekali lagi, anda jangan memahami ayat di atas secara harfiyah. karena bila anda memahami secara harfiyah maka berarti sama saja anda menanamkan "akar terorisme" pada diri anda...!!! Hati-hati...!!! 

Jumat, Desember 21, 2012 | 1 komentar | Read More

Download MP3 Murattal Al-Qur-an Lengkap Syaikh Hani Ar-Rifai Rohimahulloh


Inilah fhoto beliau syaikh Hani Ar-rifa'i, beliau  adalah merupakan seorang Imam di masjid Riyadh ,  Syeikh Hani Ar-rifai juga sering mengimami shalat di Makkah Al-Mukaromah, baik itu dalam Salat Sehari hari dan juga Salat Tarawih pada Bulan Ramadhan. Syaikh Hani Ar-rifai sangat terkenal dengan Kelembutan Suara-nya yang bisa menembus Hati yang terdalam untuk Mentadabburi Al-Quran, Beliau Juga apabila membaca Ayat-Ayat tentang Hari Qiamat, beliau Langsung menangis dan Mebuat para Jamaah juga menangis, tak terlepas saya juga terkadang demikian mendengarkan bacaan beliau.

terlepas apakah beliau ini dari Aliran mana ? menurut saya pribadi Murottal yang beliau baca ini sangat merdu ,indah dan sangat menyentuh dihati . bacaanya pun juga agak cepat jadi baik untuk muroja'ah para hufadz.

Silahkan Download MP3 Murattal Al-Qur’an Lengkap Syaikh Hani Ar-Rifai
Surat No.Nama SuratDownload MP3
1Al-FatihahDownload
2Al-BaqarahDownload
3Al-ImranDownload
4An-Nisa’Download
5Al-Ma’idahDownload
6Al-An’amDownload
7Al-A’rafDownload
8Al-AnfalDownload
9At-TaubahDownload
10YunusDownload
11HudDownload
12YusufDownload
13Ar-Ra’dDownload
14IbrahimDownload
15Al-HijrDownload
16An-NahlDownload
17Al-Isra’Download
18Al-KahfiDownload
19MaryamDownload
20ThahaDownload
21Al-Anbiya’Download
22Al-HajjDownload
23Al-Mu’minunDownload
24An-NurDownload
25Al-FurqanDownload
26Asy-Syu’ara’Download
27An-NamlDownload
28Al-QashasDownload
29Al-’AnkabutDownload
30Ar­-RumDownload
31LuqmanDownload
32As­-SajdahDownload
33Al­-AhzabDownload
34Saba’Download
35FathirDownload
36Ya­sinDownload
37Ash-ShaffatDownload
38ShadDownload
39Az-ZumarDownload
40GhafirDownload
41FushshilatDownload
42Asy-SyuraDownload
43Az-ZukhrufDownload
44Ad-DukhanDownload
45Al-JatsiyaDownload
46Al-AhqafDownload
47MuhammadDownload
48Al-FathDownload
49Al-HujuratDownload
50QafDownload
51Adz-DzariyatDownload
52Ath-ThurDownload
53An-NajmDownload
54Al-QamarDownload
55Ar-RahmanDownload
56Al-Waqi’ahDownload
57Al-HadidDownload
58Al-MujadilahDownload
59Al-HasyrDownload
60Al-MumtahinahDownload
61Ash-ShaffDownload
62Al-Jumu’ahDownload
63Al-MunafiqunDownload
64At-TaghabunDownload
65Ath-ThalaqDownload
66At-TahrimDownload
67Al-MulkDownload
68Al-QalamDownload
69Al-HaqqahDownload
70Al-Ma’arijDownload
71NuhDownload
72Al-JinnDownload
73Al-MuzzammilDownload
74Al-MuddatstsirDownload
75Al-QiyamahDownload
76Al-InsanDownload
77Al-MursalatDownload
78An-Naba’Download
79An-Nazi’atDownload
80‘AbasaDownload
81At-TakwirDownload
82Al-InfitharDownload
83Al-MuthaffifinDownload
84Al-InsyiqaqDownload
85Al-BurujDownload
86Ath-ThariqDownload
87Al-A’laDownload
88Al-GhasyiyahDownload
89Al-FajrDownload
90Al-BaladDownload
91Asy-SyhamsDownload
92Al-LailDownload
93Adh-DhuhaDownload
94Asy-SyarhDownload
95At-TinDownload
96Al-’AlaqDownload
97Al-QadrDownload
98Al-BayyinahDownload
99Az-ZalzalahDownload
100Al-’AdiyatDownload
101Al-Qari’ahDownload
102At-TakatsurDownload
103Al-’AshrDownload
104Al-HumazahDownload
105Al-FiilDownload
106QuraisyDownload
107Al-Ma’unDownload
108Al-KautsarDownload
109Al-KafirunDownload
110An-NashrDownload
111Al-MasadDownload
112Al-IkhlasDownload
113Al-FalaqDownload
114An-NasDownload
Minggu, November 25, 2012 | 16 komentar | Read More

MUROTAL ANAK AHMAD SAUD (JUZ 'AMMA)


Alhamdulillah dapat menghadirkan koleksi murotal anak juz amma (30) yang dibawakan oleh qari terkenal dari bahrain Ahmad Saud. silahkan mendownload disini :

Ahmed Saoud – 085 – Al-Buruj.mp3 20-Feb-2010 06:34 2.9M
Ahmed Saoud – 086 – At-Tariq.mp3 20-Feb-2010 08:47 1.7M
Ahmed Saoud – 087 – Al-A’la.mp3 20-Feb-2010 06:34 1.7M
Ahmed Saoud – 088 – Al-Ghashiyah.mp3 20-Feb-2010 06:34 2.7M
Ahmed Saoud – 089 – Al-Fajr.mp3 20-Feb-2010 06:34 3.4M
Ahmed Saoud – 090 – Al-Balad.mp3 20-Feb-2010 06:34 1.9M
Ahmed Saoud – 091 – Ash-Shams.mp3 20-Feb-2010 08:47 1.4M
Ahmed Saoud – 092 – Al-Lail.mp3 20-Feb-2010 08:47 1.8M
Ahmed Saoud – 093 – Ad-Duha.mp3 20-Feb-2010 06:34 1.1M
Ahmed Saoud – 094 – Ash-Sharh.mp3 20-Feb-2010 08:47 765K
Ahmed Saoud – 095 – At-Tin.mp3 20-Feb-2010 06:34 920K
Ahmed Saoud – 096 – Al-’alaq.mp3 20-Feb-2010 06:34 1.7M
Ahmed Saoud – 097 – Al-Qadr.mp3 20-Feb-2010 08:47 764K
Ahmed Saoud – 098 – Al-Baiyinah.mp3 20-Feb-2010 06:34 2.0M
Ahmed Saoud – 099 – Az-Zalzalah.mp3 20-Feb-2010 08:47 945K
Ahmed Saoud – 100 – Al-’adiyat.mp3 20-Feb-2010 06:34 1.1M
Ahmed Saoud – 101 – Al-Qari’ah.mp3 20-Feb-2010 06:34 1.0M
Ahmed Saoud – 102 – At-Takathur.mp3 20-Feb-2010 08:47 971K
Ahmed Saoud – 103 – Al-’asr.mp3 20-Feb-2010 06:34 508K
Ahmed Saoud – 104 – Al-Humazah.mp3 20-Feb-2010 08:47 1.0M
Ahmed Saoud – 105 – Al-Fil.mp3 20-Feb-2010 06:34 776K
Ahmed Saoud – 106 – Quraish.mp3 20-Feb-2010 06:34 676K
Ahmed Saoud – 107 – Al-Ma’un.mp3 20-Feb-2010 06:34 852K
Ahmed Saoud – 108 – Al-Kauthar.mp3 20-Feb-2010 06:34 421K
Ahmed Saoud – 109 – Al-Kafirun.mp3 20-Feb-2010 08:47 905K
Ahmed Saoud – 110 – An-Nasr.mp3 20-Feb-2010 08:47 623K
Ahmed Saoud – 111 – Al-Masad.mp3 20-Feb-2010 06:34 691K
Ahmed Saoud – 112 – Al-Ikhlas.mp3 20-Feb-2010 06:34 385K
Ahmed Saoud – 113 – Al-Falaq.mp3 20-Feb-2010 08:47 537K
Ahmed Saoud – 114 – An-Nas.mp3 20-Feb-2010 06:34 703K
Semoga bermanfaat
Senin, November 19, 2012 | 3 komentar | Read More